Tugas
mandiri isd
Banyak sekali remaja remaja yang sangat aktif dalam
bersosialisasi, dalam bentuk yang positif ataupun tidak. Pada dasarnya manusia
adalah makhluk sosial, yaitu makhluk yang perlu berinteraksi dengan jenisnya
untuk bertahan hidup. Tapi tidak semua manusia bersikap demikian, ada yang
benar benar tidak “bisa” berinteraksi dan ada yang tidak “ingin” berinteraksi.
Bagi yang tidak “ingin” berinteraksi dengan manusia lain, kita sebut manusia
apatis.
Apatisme adalah kata serapan dari Bahasa
Inggris, yaitu apathy. Kata tersebut diadaptasi dari Bahasa Yunani,
yaitu apathes yang secara harfiah berarti tanpa perasaan.
Sedangkan menurut AS Hornby dalam Oxford Advanced Learner’s Dictionary of
Current English: apathy is an absence of simpathy or interest. Dari
definisi-definisi di atas, maka dapat ditarik satu benang merah definisi
apatisme, yaitu hilangnya simpati, ketertarikan, dan antusiasme terhadap suatu
objek.
Orang yang memiliki sifat apatis memiliki
kecenderungan untuk tidak peduli dengan sekitarnya, atau biasa kita sebut
“cuek”. Secara psikologis, kondisi apatik ini berpeluang
menciptakan sikap yang lebih patetik di tingkat yang fatalistik.
Ketidakpedulian atau "masa bodoh" massal ini dapat berakhir pada
sikap yang fatal dengan, misalnya, hanya mengakui kebenaran kelompok (dirinya)
sendiri. Sebuah fatalisme yang segera akan diiringi tindakan ekstrem atau
anarkistis sebagai destruksi sosial (personal juga, tentu saja) yang
menghasilkan kehancuran dasar kebersamaan, komunalitas hingga apa yang disebut
kebangsaan (nasionalisme, dalam istilah lebih sempit).
Faktor faktor yang mempengaruhi sikap
apatisme seseorang diantaranya
1.
Tuntunan ekonomi
2.
Lemahnya komunikasi sosial
3.
Media masa
4.
Keluarga yang tak sempurna (broken home)
Salah satunya cara agar kita dapat mengubah sikap apatisme
seseorang diantaranya membuat organisasi sosial yang melibatkan warga sekitar
agar lebih sering berinteraksi satu sama lain, karena sikap apatis amat sulit
dibenahi jika hanya dilawan sendiri. Maka faktor external adalah cara yang
lebih baik, sering merangkul teman, melawan sikap yang menghancurkan rasa
percaya diri seperti bullying.
Walaupun sikap apatisme merupakan hal yang sulit dilawan,
setidaknya menanamkan mindset bahwa apatisme dan individualis merupakan sikap
yang kurang baik. Agar Negara ini memiliki
bibit-bibit untuk mempunyai orang-orang yang terbaik dan tidak terpengaruh oleh
lingkungan yang buruk dan menyebabkan sikap yang tidak baik itu timbul dan
tumbuh di dalam diri para remaja
Sumber : http://iqbalvalle.blogspot.co.id/2016/10/sikap-apatisme-remaja.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar