Sabtu, 04 November 2017

Apatis

Tugas mandiri isd

Banyak sekali remaja remaja yang sangat aktif dalam bersosialisasi, dalam bentuk yang positif ataupun tidak. Pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial, yaitu makhluk yang perlu berinteraksi dengan jenisnya untuk bertahan hidup. Tapi tidak semua manusia bersikap demikian, ada yang benar benar tidak “bisa” berinteraksi dan ada yang tidak “ingin” berinteraksi. Bagi yang tidak “ingin” berinteraksi dengan manusia lain, kita sebut manusia apatis.
Apatisme adalah kata serapan dari Bahasa Inggris, yaitu apathy. Kata tersebut diadaptasi dari Bahasa Yunani, yaitu apathes yang secara harfiah berarti tanpa perasaan. Sedangkan menurut AS Hornby dalam Oxford Advanced Learner’s Dictionary of Current English: apathy is an absence of simpathy or interest. Dari definisi-definisi di atas, maka dapat ditarik satu benang merah definisi apatisme, yaitu hilangnya simpati, ketertarikan, dan antusiasme terhadap suatu objek.
Orang yang memiliki sifat apatis memiliki kecenderungan untuk tidak peduli dengan sekitarnya, atau biasa kita sebut “cuek”.   Secara psikologis, kondisi apatik ini berpeluang menciptakan sikap yang lebih patetik di tingkat yang fatalistik. Ketidakpedulian atau "masa bodoh" massal ini dapat berakhir pada sikap yang fatal dengan, misalnya, hanya mengakui kebenaran kelompok (dirinya) sendiri. Sebuah fatalisme yang segera akan diiringi tindakan ekstrem atau anarkistis sebagai destruksi sosial (personal juga, tentu saja) yang menghasilkan kehancuran dasar kebersamaan, komunalitas hingga apa yang disebut kebangsaan (nasionalisme, dalam istilah lebih sempit).
Faktor faktor yang mempengaruhi sikap apatisme seseorang diantaranya
1.       Tuntunan ekonomi
2.      Lemahnya komunikasi sosial
3.      Media masa
4.      Keluarga yang tak sempurna (broken home)
Salah satunya cara agar kita dapat mengubah sikap apatisme seseorang diantaranya membuat organisasi sosial yang melibatkan warga sekitar agar lebih sering berinteraksi satu sama lain, karena sikap apatis amat sulit dibenahi jika hanya dilawan sendiri. Maka faktor external adalah cara yang lebih baik, sering merangkul teman, melawan sikap yang menghancurkan rasa percaya diri seperti bullying.
Walaupun sikap apatisme merupakan hal yang sulit dilawan, setidaknya menanamkan mindset bahwa apatisme dan individualis merupakan sikap yang kurang baik. Agar Negara ini memiliki bibit-bibit untuk mempunyai orang-orang yang terbaik dan tidak terpengaruh oleh lingkungan yang buruk dan menyebabkan sikap yang tidak baik itu timbul dan tumbuh di dalam diri para remaja

Sumber : http://iqbalvalle.blogspot.co.id/2016/10/sikap-apatisme-remaja.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar