Mengkonsumsi MSG
berlebih dapat menyebabkan mual?
Pernah nggak sih kamu
mendengar anggapan buruk tentang MSG atau yang biasa disebut vetsin dan micin
itu? Nggak cuma dianggap bisa menyebabkan bodoh dan bikin sakit, MSG juga
dianggap bikin pusing dan mual.
Anggapan-anggapan tersebut bukannya tidak beralasan karena memang muncul banyak artikel yang memaparkan dampak buruk dari konsumsi MSG. Sayangnya, anggapan-anggapan buruk mengenai MSG sebenarnya agak keliru.
MSG atau monosodium glutamat merupakan garam yang molekul penyusunnya berupa sodium/natrium (Na) dan glutamat. Kalau garam dapur yang biasa kita pakai itu sodium klorida atau rumus molekulnya NaCl. Jadi bedanya MSG dengan garam biasa adalah Cl-nya ditukar dengan glutamat. Glutamat itu merupakan asam amino non esensial bagi tubuh kita dan Asam amino non esensial ini bukan artinya nggak penting, tapi kita nggak perlu menambahkan asam amino tersebut dalam makanan karena asam amino itu bisa dibuat sendiri di dalam tubuh.
Menurut FDA (Foof and Drug Administration), MSG dikategorikan sebagai zat yang cukup aman dikonsumsi. Tapi tetap harus diingat, disebut aman menurut FDA kalau dosisnya sesuai dengan rekomendasi mereka. Kalau berlebihan, tetap saja bisa berbahaya.
Lalu benarkah MSG bisa menyebabkan pusing dan mual?
Anggapan-anggapan tersebut bukannya tidak beralasan karena memang muncul banyak artikel yang memaparkan dampak buruk dari konsumsi MSG. Sayangnya, anggapan-anggapan buruk mengenai MSG sebenarnya agak keliru.
MSG atau monosodium glutamat merupakan garam yang molekul penyusunnya berupa sodium/natrium (Na) dan glutamat. Kalau garam dapur yang biasa kita pakai itu sodium klorida atau rumus molekulnya NaCl. Jadi bedanya MSG dengan garam biasa adalah Cl-nya ditukar dengan glutamat. Glutamat itu merupakan asam amino non esensial bagi tubuh kita dan Asam amino non esensial ini bukan artinya nggak penting, tapi kita nggak perlu menambahkan asam amino tersebut dalam makanan karena asam amino itu bisa dibuat sendiri di dalam tubuh.
Menurut FDA (Foof and Drug Administration), MSG dikategorikan sebagai zat yang cukup aman dikonsumsi. Tapi tetap harus diingat, disebut aman menurut FDA kalau dosisnya sesuai dengan rekomendasi mereka. Kalau berlebihan, tetap saja bisa berbahaya.
Lalu benarkah MSG bisa menyebabkan pusing dan mual?
Efek pusing dan mual
yang kamu rasakan sehabis makan MSG dialami banyak orang dan efek ini disebut
sebagai Chinese Restaurant Syndrome (CRS). Istilah CRS muncul pertama kali pada
sekitar tahun 1968. Saat itu Dr. Robert Ho Man Kwok menyebut kumpulan gejala
mual, pusing, lemas dan lain-lain yang umum terjadi sekitar 20 menit setelah
makan di restoran Chinese sebagai CRS. Di Inggris restoran-restoran Chinese itu
menggunakan MSG yang relatif lebih banyak dibandingkan restoran lain.
Setelah diadakan penelitian lebih lanjut, ternyata efek pusing dan mual setelah makan MSG (chinese restaurant syndrome) ini bukan diakibatkan oleh MSG, tapi lebih tepatnya diakibatkan oleh glutamat. Yap, CRS diakibatkan oleh glutamat, bukan MSG. Kamu harus ingat kalu MSG itu adalah garam penyedap rasa, sementara glutamat itu asam amino non esensial yang ada dimana-mana dan nggak hanya terkandung dalam MSG sebagai penyedap rasa.
Artinya, kebanyakan makan keju atau jagung atau kacang polong juga bisa terkena gejala pusing, mual akibat CRS. Keju atau jagung atau kacang polong punya cukup banyak kandungan glutamat.
Begitu diuji, hasilnya ternyata benar. Ketika diujikan pada 2 kelompok orang: kelompok 1 diberikan makanan tanpa MSG sedangkan kelompok 2 diberikan makanan dengan tambahan MSG. Walaupun pada satu kelompok diberi tambahan MSG dan kelompok lain tidak, diusahakan jumlah glutamat total pada makanan yang diberikan pada 2 kelompok harus sama. Mungkin pada kelompok 1 yang tanpa MSG, mereka diberi banyak keju atau porsi makanannya lebih banyak.
Memang ada yang kena gejala CRS pada kedua kelompok, tapi sebagian besar sehat-sehat aja. Dari situ (dan riset-riset lain) diperoleh kesimpulan bahwa yang membuat seseorang merasa pusing dan mual setelah makan MSG (kena gejala chinese restaurant syndrome) karena memang orangnya saja yang tidak toleran terhadap glutamat berlebihan (glutamate intolerant). Biasanya mereka mulai kena CRS kalau dikasih glutamat tambahan sebesar lebih dari 3 gram.
Kesimpulannya, semua zat bisa berguna atau berbahaya bagi tubuh kita tergantung pada dosisnya. Untuk kasus MSG ini, kamu juga harus tahu apakah kamu tipe orang yang toleran dengan kelebihan glutamat atau tidak. Jika kondisi biologis tubuhmu termasuk yang nggak bisa toleran, maka tubuh akan merespon dengan gejala pusing dan mual setelah makan MSG berlebihan.
Setelah diadakan penelitian lebih lanjut, ternyata efek pusing dan mual setelah makan MSG (chinese restaurant syndrome) ini bukan diakibatkan oleh MSG, tapi lebih tepatnya diakibatkan oleh glutamat. Yap, CRS diakibatkan oleh glutamat, bukan MSG. Kamu harus ingat kalu MSG itu adalah garam penyedap rasa, sementara glutamat itu asam amino non esensial yang ada dimana-mana dan nggak hanya terkandung dalam MSG sebagai penyedap rasa.
Artinya, kebanyakan makan keju atau jagung atau kacang polong juga bisa terkena gejala pusing, mual akibat CRS. Keju atau jagung atau kacang polong punya cukup banyak kandungan glutamat.
Begitu diuji, hasilnya ternyata benar. Ketika diujikan pada 2 kelompok orang: kelompok 1 diberikan makanan tanpa MSG sedangkan kelompok 2 diberikan makanan dengan tambahan MSG. Walaupun pada satu kelompok diberi tambahan MSG dan kelompok lain tidak, diusahakan jumlah glutamat total pada makanan yang diberikan pada 2 kelompok harus sama. Mungkin pada kelompok 1 yang tanpa MSG, mereka diberi banyak keju atau porsi makanannya lebih banyak.
Memang ada yang kena gejala CRS pada kedua kelompok, tapi sebagian besar sehat-sehat aja. Dari situ (dan riset-riset lain) diperoleh kesimpulan bahwa yang membuat seseorang merasa pusing dan mual setelah makan MSG (kena gejala chinese restaurant syndrome) karena memang orangnya saja yang tidak toleran terhadap glutamat berlebihan (glutamate intolerant). Biasanya mereka mulai kena CRS kalau dikasih glutamat tambahan sebesar lebih dari 3 gram.
Kesimpulannya, semua zat bisa berguna atau berbahaya bagi tubuh kita tergantung pada dosisnya. Untuk kasus MSG ini, kamu juga harus tahu apakah kamu tipe orang yang toleran dengan kelebihan glutamat atau tidak. Jika kondisi biologis tubuhmu termasuk yang nggak bisa toleran, maka tubuh akan merespon dengan gejala pusing dan mual setelah makan MSG berlebihan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar