Rabu, 25 Maret 2020

ANALISA EKONOMI TERKAI RAKAYASA BIDANG TEKNIK SIPIL


ANALISA EKONOMI TERKAI RAKAYASA BIDANG TEKNIK SIPIL

Ekonomi teknik (Engineering economy adalah disiplin ilmu yang berkaitan dengan aspek-aspek ekonomi dalam teknik  yangterdiri dari evaluasi sistematis dari biaya-biaya dan manfaat-manfaat usulan proyek-proyek teknik. Prinsip-prinsip dan metodologi ekonomi teknik merupakan bagianintegral dari manajemen sehari-hari dan operasi perusahaan-perusahaan swastadan koperasi pengaturan utilitas publik yang diregulasi badan-badan atau agen-agen pemerintah dan organisasi-organisasi nirlaba. Prinsip-prinsip ini dimanfaatkanuntuk menganalisis penggunaan-penggunaan alternatif terhadap sumber daya uang khususnya yang berhubungan dengan aset-aset fisik dan operasi suatu organisasi.,idang studi ekonomi teknik berurusan dengan evaluasi sistematis terhadapmanfaat dan biaya proyek-proyek yang melibatkan analisis keteknikan. Dengandemikian  ekonomi teknik merupakan sisi yang berhubungan dengan uang darikeputusan yang dibuat para insinyur sewaktu mereka bekerja memposisikan sebuahperusahaan agar mampu laba dalam pasar yang sangat kompetitif (De garmo, dkk. 1997)

Dalam perencanaan konstruksi sangat dibutuhkan suatu analisis apakah suatupembangunan layak atau tidak untuk dilanjutkan pembangunannya.  ada beberapalangkah yang perlu diperhitungkan dalam dunia konstruksi yang berkaitan denganbidang ekonomi yaitu cash flow  analisis menggunaakan ekonomi teknik danpemilihan alternatif. cash flow adalah perkiraan arus kas masuk (pendapatan) dan arus kas keluar (biaya) dari uang. Setelah itu  analisis penggunakan Ekonomi teknik yaitu perhitungan yang mempertimbangkan time value of money dilakukan pada arus kas untuk setiap alternatif untuk mendapatkan hasil pengukuran. Hasil pengukuran tersebut dibandingkan dan dipilih yang paling baik. Ini adalah hasil darianalisis ekonomi teknik. Dari berbagai alternatif- alternatif tersebut dipilih alternatifmanakah yang paling menguntungkan.

Analisis ekonomi teknik pada suatu proyek pembangunan mengarahkan paraperencana dalam menentukan pilihan terbaik dari beberapa alternatif hasil perencanaan yang dipilih. Penentuan alternatif mempunyai bentuk yang bermacam-macam.  alternatif ini bisa berupa perbandingan biaya dari beberapa pilihan yangdirekomendasi dapat pula analisis ekonomi melibatkan unsur resiko yang mungkinbisa terjadi. Disamping itu selain membandingkan dengan berbagai macam biaya analisis ekonomi juga dapat dikembangkan berdasarkan manfaat dari proyek yang bersangkutan

Pengambilan keputusan suatu analisis ekonomi harus melalui suatu kajian yang membutuhkan pengetahuan tentang aspek teknis dan aspek kerja ekonomi. Untuk bisa melakukan kinerja ekonomi dibutuhkan:
  1. Estimasi biaya investasi yang harus dikeluarkan saat ini
  2. Estimasi biaya-biaya operasional dan perawatan di tahun-tahun mendatang
  3. Estimasi nilai sisa sistem atau mesin pada saat sudah mau diganti atau sudah tidak digunakan lagi
  4. Estimasi lamanya sistem bisa beroperasi (umur ekonomis)
  5. Estimasi tingkat suku bunga


Senin, 21 Januari 2019

TUGAS 2 PEMINDAHAN TANAH MEKANIS


TUGAS PEMINDAHAN TANAH MEKANIS

Description: LOGO GUNADARMA.JPG

DISUSUN OLEH :
ALIA HAPSARI DISTIANA ADININGTYA       (10317488)
ANDREA SURYA DEWANGGA                                    (10317717)
INDA AFRIANTI                                                             (12317896)
NAUFAL FITRIANO ADRIAN                            (14317455)
SARAH AFIFAH                                                  (15317516)
SYAHDILA ANUGRAH FIRDAUS                     (15317830)










JURUSAN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
UNIVERSITAS GUNADARMA

          Tanah merupakanbahan penting yang digunakan dalam suatuproyek. Tanah terkadangterletak di tempat yang tidak diinginkanuntuksuatupembangunan. Makadari itu, tanah harus dipindahkanterlebihdahulu sesuai perencanaan. Proses pemindahantanah ini memerlukanbiaya dan juga perhitungan yang tepat. Oleh karenaitu  diperlukanspesifikasitanah sebelum merencanakanbiayanya dan memperkirakan waktu pekerjaannya.
Contoh kasus yang akan kami selidikiantara lain adalahpemindahantanah pada galianuntukpembuatandrainase. Berikutadalahcontoh kasusdaripembangunanjalan Sei Rakyat – LabuhanBilik – Sei BerombangKecamatanPanai Tengah – PanaiHilirKabupatenLabuhanBatu.

DAFTAR KEGIATAN
1) Galianuntukdrainase dan saluran air = 5.062,50 m3
2) Galianstrukturdengankedalaman 0-2 meter = 200,00 m3
3) Timbunanpilihan = 37.073,25 m3
4) Penyiapan badan jalan = 60.750,00 m2
5) Lapis pondasiaggregatkelas C = 2.193,75 m3








Setelah diperkirakanwilayahnya, maka data-data yang telahdikumpulkan harus diperhitungkansebagaiberikut:

HASIL PERHITUNGAN
Dari hasil perhitungansebelumnya, didapatproduktivitasuntuk masing-masing alat berat yang digunakansebagaiberikut:
A. Metode Bina Marga
1) Excavator = 64,23 m3/jam
2) Motor Grader = 491,54 jam
3) Penggilasrodabesi (Smooth Steel Roller) = 117,65 m3/jam
4) Penggilasbervibrasi (Vibrating Roller) = 239,04 m3/jam
5) Penggilasrodakaret (Pneumatic Tired Roller) = 280,13 m3/jam
6) Dump truck = 14,1 m3/jam

B. Metode Caterpillar
1. Excavator = 65 m3/jam
2. Motor Grader = 12,15 m3/jam
3. Penggilasrodabesi (Smooth Steel Roller) = 61,84 m3/jam
4. Penggilasbervibrasi (Vibrating Roller) = 239,04 m3/jam
5. Penggilasrodakaret (Pneumatic Tired Roller) = 280,13 m3/jam
6. Dump truck = 39,76 m3/jam
Berdasarkan time schedule pada pekerjaandilapangan, jam kerja dalam satu hari adalah 10 jam. Jadi dalam hal ini yang dimaksud dalam perhitunganhanyalah Excavator, Penggilasrodabesi (Smooth Steel Roller), Penggilasbervibrasi(Vibrating Roller), dan Penggilasrodakaret (Pneumatic Tired Roller). Maka total produktivitas alat – alat berat perhariadalah:
Kapasitasproduksiperhari = kapasitasproduksiperjam x waktu kerjaperhari
- Excavator = 65 m3/jam x 10 jam = 650 m3/hari
- Penggilasrodabesi = 61,84 m3/jam x 10 jam= 618,4 m3/hari
- Penggilasbervibrasi = 61,84 m3/jam x 10 jam= 618,4 m3/hari
- Penggilasrodakaret = 61,84 m3/jam x 10 jam= 618,4 m3/hari
Waktu yang dibutuhkan alat untukpekerjaanpelapisanjalanraya pada lapisanaggregatkelas C:
- Panjang penangananjalan = 22,78 km
- Lebarjalan yang dilapisi = 6 m
- Tebaltimbunanpilihan = 27 cm
- Volume total pekerjaan = 22780 m x 6 m x 0,27 m= 37.073,25 m3
- Waktu pelaksanaan = volume total pekerjaan𝑝𝑟𝑜𝑑𝑢𝑘𝑡𝑖𝑣𝑖𝑡𝑎𝑠𝑎𝑙𝑎𝑡𝑝𝑒𝑟𝑎𝑟𝑖
- Excavator = 37.273,25m3 650 m3/hari= 57 hari
- Penggilasrodabesi = 2.193,75m3 618,4 m3/hari= 4 hari
- Penggilasbervibrasi = 2.193,75m3 618,4 m3/hari= 4 hari
- Penggilasrodakaret = 2.193,75m3 618,4 m3/hari= 4 hari

Pekerjaanpembangunanjalan Sei Rakyat – LabuhanBilik – Sei BerombangKecamatanPanai Tengah – PanaiHilirKabupatenLabuhanBatu, keempat alat-alat berat bekerjasecaraseri dan berkaitansecara langsung maka total waktu yang dibutuhkanselamapekerjaanpembangunanjalandenganmetodebinamargaadalah 113 hari dan denganmetode caterpillar adalah 79 hari.
KESIMPULAN DAN SARAN
A.      KESIMPULAN

1.         Dari hasil perhitungan yang dilakukanterhadap waktu pemakaian alat-alat berat: Excavator, Motor Grader, Penggilasrodabesi, Penggilasbervibrasi, Penggilasrodakaret pada pelaksanaanProyek Pembangunan Jalan Sei Rakyat – LabuhanBilik – Sei BerombangKecamatanPanai Tengah – PanaiHilirKabupatenLabuhanBatu.
A. Metode Bina Marga
1.    Excavator : 67 hari
2.    Motor Grader : 27 hari
3.    Penggilasrodabesi : 2 hari
4.    Penggilasbervibrasi : 16 hari
5.    Penggilasrodakaret : 1 hari
Maka total waktu yang digunakanadalah 113 hari
B. Metode Caterpillar
1. Excavator : 57 hari
2. Motor Grader : 12 hari
3. Penggilasrodabesi : 4 hari
4. Penggilasbervibrasi : 4 hari
5. Penggilasrodakaret : 4 hari
Maka total waktu yang digunakanadalah 79 hari
2.    Total waktu yang dibutuhkanselamapekerjaanpembangunanjalandenganmetode Bina Margaadalah 113 hari dan denganMetode Caterpillar adalah 79 hari dan secaraseriberkaitan langsung satu sama lain.
3.    Makapenggunaan alat-alat berat pada proyek ini belum efisien, disebabkan oleh kondisi alat yang tidak baik lagi jadi memperlambatkecepatanoperasi alat.
B.        SARAN
1.    Penggunaan alat berat harus diperhitungkanterlebihdahulu agar efisien baik darisegihargamaupunsegi waktu.
2.    Perludipertimbangkan lagi hargahargasewa alat, apakah lebih baik membeli alat sendiri atau menyewa alat denganharga yang sangattinggi.
3.    Disarankanmenggunakanmetoder caterpillar karena waktu yang dibutuhkan lebih sedikit.

TUGAS 1 PEMINDAHAN TANAH MEKANIS SPESIFIKASI ALAT BERAT


TUGAS PEMINDAHAN TANAH MEKANIS
SPESIFIKASI ALAT BERAT
Description: LOGO GUNADARMA.JPG

DISUSUN OLEH :
ALIA HAPSARI DISTIANA ADININGTYA       (10317488)
ANDREA SURYA DEWANGGA                                    (10317717)
INDA AFRIANTI                                                             (12317896)
NAUFAL FITRIANO ADRIAN                            (14317455)
SARAH AFIFAH                                                  (15317516)
SYAHDILA ANUGRAH FIRDAUS                     (15317830)










JURUSAN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
UNIVERSITAS GUNADARMA
1.   Pengertian Alat-alat berat
Alat-alat berat (yang sering dikenal di dalam ilmu Teknik Sipil) merupakan alat yang digunakan untuk membantu manusia dalam melakukan pekerjaan pembangunan suatu struktur bangunan. Alat berat merupakan faktor pentingdidalam proyek, terutama proyek-proyek konstruksi maupun pertambangan dankegiatan lainnya dengan skala yang besar (Rostiyanti  2009)
Tujuan dari penggunaan alat-alat berat tersebut adalah untuk memudahkan manusia dalam mengerjakan pekerjaannya, sehingga hasil yang diharapkan dapat tercapai dengan lebih mudah dengan waktu yang relatif lebih singkat.
Alat berat yang umum dipakai dalam proyek kostruksi antara lain :
– Dozer,
– Alat gali (excavator) seperti backhoe, front shovel, clamshell;
– Alat pengangkut seperti loader, truck dan conveyor belt;
– Alat pemadat tanah seperti roller dan compactor, dan lain lain.

2.    Klasifikasi alat-alat berat
 Alat berat juga dapat dikategorikan ke dalam beberapa klasifikasi. Klasifikasi tersebut adalah klasifikasi fungsional alat berat dan klasifikasi operasional alat berat.

2.1. Klasifikasi Fungsional Alat Berat
Yang dimaksud dengan klasifikasi fungsional alat adalah pembagian alat tersebutberdasarkan fungsi-fungsi utama alat. Berdasarkan fungsinya alat berat dapatdibagi atas berikut ini (Rostiyanti 2009)

a. Alat Pengolah Lahan
Kondisi lahan proyek kadang-kadang masih merupakan lahan asli yang harus dipersiapkan sebelum lahan tersebut mulai diolah. Jika pada lahan masih terdapat semak atau pepohonan maka pembukaan lahan dapat dilakukan dengan menggunakan dozer. Untuk pengangkatan lapisan tanah paling atas dapat digunakan scraper. Sedangkan untuk pembentukan permukaan supaya rata selain dozer dapat digunakan juga motor grader.
https://rengkodriders.files.wordpress.com/2011/11/dozer.jpg?w=750
Bulldozer dapat dibedakan menjadi dua yakni menggunakan roda kelabang (Crawler Tractor Dozer) dan Buldoser yang menggunakan roda karet (Wheel Tractor Dozer). Pada dasarnya Buldoser menggunakan traktor sebagai tempat dudukan penggerak utama, tetapi lazimnya traktor tersebut dilengkapi dengan sudu sehingga dapat berfungsi sebagai Buldoser yang bisa untuk menggusur tanah.
Buldoser digunakan sebagai alat pendorong tanah lurus ke dapan maupun ke samping, tergantung pada sumbu kendaraannya. Untuk pekerjaan di rawa digunakan jenis Buldoser khusus yang disebut Swamp Bulldozer.

b. Alat Penggali
Jenis alat ini dikenal juga dengan istilah excavator. Beberapa alat berat digunakan untuk menggali tanah dan batuan. Yang termasuk didalam kategori ini adalah front shovelbackhoe, dragline, dan clamshell.

https://rengkodriders.files.wordpress.com/2011/11/backhoe.jpg?w=750
c. Alat Pengangkut Material
Crane termasuk di dalam kategori alat pengangkut material, karena alat ini dapat mengangkut material secara vertical dan kemudian memindahkannya secara horizontal pada jarak jangkau yang relatif kecil. Untuk pengangkutan material lepas (loose material) dengan jarak tempuh yang relatif jauh, alat yang digunakan dapat berupa belttruck dan wagon. Alat-alat ini memerlukan alat lain yang membantu memuat material ke dalamnya.
https://rengkodriders.files.wordpress.com/2011/11/truk.jpg?w=750

d. Alat Pemindahan Material
Yang termasuk dalam kategori ini adalah alat yang biasanya tidak digunakan sebagai alat transportasi tetapi digunakan untuk memindahkan material dari satu alat ke alat yang lain. Loader dan dozer adalah alat pemindahan material.
https://rengkodriders.files.wordpress.com/2011/11/loader.jpg?w=750

e.  Alat Pemadat
Jika pada suatu lahan dilakukan penimbunan maka pada lahan tersebut perlu dilakukan pemadatan. Pemadatan juga dilakukan untuk pembuatan jalan, baik untuk jalan tanah dan jalan dengan perkerasan lentur maupun perkerasan kaku. Yang termasuk sebagai alat pemadat adalah tamping rollerpneumatictiredrollercompactor, dan lain-lain. Pekerjaan pembuatan landasan pesawat terbang, jalan raya, tanggul sungai dan sebagainya tanah perlu dipadatkan semaksimal mungkin. Pekerjaan pemadatan tanah dalam skala kecil pemadatan tanah dapat dilakukan dengan cara menggenangi dan membiarkan tanah menyusust dengan sendirinya, namun cara ini perlu waktu lama dan hasilnya kurang sempurna; agar tanah benar-benar mampat secara sempurna diperlukan cara-cara mekanis untuk pemadatan tanah.
Pemadatan tanah secara mekanis umumnya dilakukan dengan menggunakan mesin penggilas (Roller); klasifikasi Roller yang dikenal antara lain adalah:
·         Berdasarkan cara geraknya; ada yang bergerak sendiri, tapi ada juga yang harus ditarik traktor.
·         Berdasarkan bahan roda penggilasnya, ada yang terbuat dari baja (SteelWheel) dan ada yang terbuat dari karet (pneumatic).
·         Dilihat dari bentuk permukaan roda; ada yang punya permukaan halus (plain), bersegmen, berbentuk grid, berbentuk kaki domba, dan sebagainya.
·         Dilihat dari susunan roda gilasnya; ada yang dengan roda tiga (Three Wheel), roda dua (Tandem Roller), dan Three Axle Tandem Roller.
·         Alat pemadat yang menggunakan penggetar (vibrator).
f. Alat Pemroses Material
Alat ini dipakai untuk mengubah batuan dan mineral alam menjadi suatu bentuk dan ukuran yang diinginkan. Hasil dari alat ini misalnya adalah batuan bergradasi, semen, beton, dan aspal. Yang termasuk didalam alat ini adalah crusher dan concrete mixer truck. Alat yang dapat mencampur material-material di atas juga dikategorikan ke dalam alat pemroses material seperti concretebatch plant dan asphalt mixing plant.
https://rengkodriders.files.wordpress.com/2011/11/concrete-mixer-truck.jpg?w=750

g.      Alat Penempatan Akhir Material
Alat digolongkan pada kategori ini karena fungsinya yaitu untuk menempatkan material pada tempat yang telah ditentukan. Ditempat atau lokasi ini material disebarkan secara merata dan dipadatkan sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan. Yang termasuk di dalam kategori ini adalah concrete spreaderasphalt pavermotor grader, dan alat pemadat.
https://rengkodriders.files.wordpress.com/2011/11/asphalt-paver.jpg?w=750



2.2. Klasifikasi operasional Alat Berat
Alat-alat berat dalam pengoperasiannya dapat dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain atau tidak dapat digerakan atau statis. Jadi klasifikasi alat berdasarkan pergerakannya dapat dibagi atas berikut ini.

a. Alat dengan Penggerak
Alat penggerak merupakan bagian dari alat berat yang menerjemahkan hasil dari mesin menjadi kerja. Bentuk dari alat penggerak adalah crawler atau roda kelabang dan ban karet. Sedangkan belt merupakan alat penggerak pada conveyor belt.
https://rengkodriders.files.wordpress.com/2011/11/crawler-crane.jpg?w=750

·         b. Alat Statis
Yang termasuk dalam kategori ini adalah towercranebatching plant, baik untuk beton maupun untuk aspal serta crusher plant.
https://rengkodriders.files.wordpress.com/2011/11/tower-crane.jpg?w=750
Crane (alat pengangkat) jenisnya ada bermacam- macam: Crane gelegar, cranekolom putar, crane putar, crane portal, crane menara, crane kabel,dan mobil crane. Beberapa jenis Crane banyak digunakan dalam proyek-proyek bangunan sipil yang berkaitan dengan pemindahan tanah adalah mobile crane, sebab craneini dapat dengan mudah dipindah-pindahkan, karena pekerjaan pemindahan tanah secara mekanis membutuhkan mobilitas alat yang relatif tinggi

Minggu, 26 November 2017

Apa sih yang menyebabkan kesemutan?

Apa sih yang menyebabkan kesemutan?

Setelah duduk bersila dalam waktu lama, tiba-tiba Anda tidak bisa merasakan apa pun pada kaki Anda atau seperti mati rasa. Kondisi ini dinamakan kesemutan atau dalam istilah medisnya disebut parestesia.
Penyebab terjadinya kesemutan beragam, ada yang bersifat sementara dan ada pula yang sifatnya berkepanjangan.

Penyebab Kesemutan Sementara

Kesemutan sementara terjadi ketika ada anggota tubuh yang mengalami tekanan dalam waktu lama. Hal ini membuat pasokan darah ke saraf di daerah itu menjadi terhambat. Anda bisa merasakan kesemutan pada kaki setelah duduk bersila atau memakai sepatu terlalu kecil. Kesemutan pada tangan juga dapat dirasakan, misalnya ketika tidur dengan posisi kepala menindih lengan.
Karena bersifat sementara, kondisi ini bisa mereda dengan sendirinya jika Anda membebaskan area yang kesemutan dari tekanan, seperti meluruskan kaki setelah duduk bersila atau melepaskan tangan yang tertindih. Dengan begitu aliran darah akan kembali lancar.
Selain tekanan, penyebab kesemutan sementara bisa disebabkan oleh dehidrasi dan hiperventilasi, yaitu kondisi pada saat Anda bernapas terlalu cepat.
Penyebab lain adalah penyakit Raynaud. Penyakit ini memengaruhi pasokan darah ke area tertentu pada tubuh, seperti jari-jari tangan dan kaki. Penyakit ini khususnya menyerang saat penderita sedang stres, gelisah, atau berada di ruangan bersuhu dingin.

Penyebab Kesemutan Berkepanjangan

Kesemutan yang terjadi secara berkepanjangan biasanya berhubungan dengan kondisi kesehatan Anda, misalnya akibat menderita penyakit diabetes, gangguan ginjal, penyakit hati, stroke, tumor otak, kanker, ketidakseimbangan hormon, multiple sclerosis atau sklerosis ganda, atau CTS (carpal tunnel syndrome) atau sindrom lorong karpal, kompresi saraf ulnar.
Selain itu, obat-obatan yang sedang Anda konsumsi juga bisa memicu kesemutan, misalnya obat-obatan kemoterapi yang digunakan untuk mengatasi kanker payudara dan limfoma, obat pencegah kejang, antibiotik, dan obat untuk penyakit HIV/AIDS.
Terpapar zat beracun juga bisa menimbulkan kesemutan. Zat-zat beracun terkait, misalnya merkuri, talium, timbal arsenik, dan beberapa bahan kimia industrial lainnya.
Faktor lain yang menyebabkan kesemutan berkepanjangan adalah malanutrisi atau kondisi tubuh saat kekurangan nutrisi penting akibat pola makan yang buruk, kekurangan vitamin B12, dan akibat mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan.

Bagaimana Cara Mengetahui Penyebab Pasti Kesemutan?

Jika Anda sering merasa kesemutan, Anda bisa menanyakan penyebabnya ke dokter. Beberapa tes mungkin akan dijalani, seperti tes darah, tes elektromiogram, pemeriksaan cairan serebrospinal, tes konduksi saraf, tes MRI, dan biopsi saraf. Tapi sebelum menjalani prosedur medis, dokter akan menanyakan gejala yang Anda alami, riwayat kesehatan Anda, kondisi lingkungan kerja, gaya hidup Anda, serta riwayat penyakit keluarga.
Setelah diagnosis ditegakkan, Anda akan lebih mudah menangani kesemutan yang Anda alami. Sebagai contoh, jika kesemutan terjadi karena diabetes, maka dokter akan mengingatkan Anda untuk selalu mengontrol kadar gula darah, rutin menyuntikkan insulin, dan menerapkan pola makan sehat.
Secara umum, kesemutan bisa diminimalisasi dengan menerapkan gaya hidup yang lebih sehat, misalnya:
§  Menghindari terpapar racun.
§  Menghindari atau membatasi konsumsi minuman beralkohol.
§  Pola makan yang sehat.
§  Senantiasa menjaga berat badan ideal.
§  Mengobati dan mengontrol penyakit kronis jika ada, seperti diabetes atau gagal ginjal.
Kebanyakan kasus kesemutan yang terjadi bersifat sementara. Anda disarankan untuk segera mengunjungi dokter jika kesemutan yang Anda alami memburuk, disertai kemunculan ruam, diiringi pusing, kejang otot atau gejala lain yang tidak biasa, menjadi lebih sering buang air kecil, timbul rasa nyeri di leher, lengan bawah dan jari, tubuh terasa lemah atau tidak bisa bergerak, dan kehilangan kesadaran.


Sumber : http://www.alodokter.com/sering-kesemutan-ini-penyebabnya