Masuk angin
sebenarnya adalah bukan angin yang masuk ke dalam tubuh, tetapi pembuluh
darah di kulit yang menyempit. Dengan menyempitnya pembuluh darah, otot menjadi
kekurangan pasokan oksigen, sehingga mengalami nyeri otot (mialga) atau
pegal-pegal. Mekanisme kekebalan tubuh juga akan menurun akibat penyempitan
pembuluh darah di kulit sehingga rentan serangan virus.
Penyempitan
pembuluh darah di sebabkan oleh terpaparnya kulit pada udara atau angin
dingin, sehingga kulit bereaksi dengan cara mempersempit pembuluh darah. Jadi
bukan angin yang masuk, melainkan pembuluh darah yang kedinginan. Penyebab lain
adalah karena badan kurang gerak sehingga dinding pembuluh darah menjadi kurang
luwes.
Penyempitan
pembuluh darah ini adalah mekanisme tubuh untuk menjaga agar tidak terjadi
pengeluaran kalori berlebihan dari tubuh, sehingga tubuh tidak perlu mengalami
penurunan suhu tubuh (hipotermia), namun dampak dari penyempitan pembuluh darah
ini adalah peredaran darah menjadi kurang lancar. Akibatnya hasil metabolisme
berupa asam laktat terakumulasi pada otot-otot. Inilah yang membuat badan menjadi
terasa pegal-pegal.
Cuaca dingin
dapat menyebabkan rambut-rambut sel di saluran napas lambat bergerak. Padahal
mereka berfungsi untuk mengeluarkan lendir, bakteri dan virus. Perlambatan ini
juga membuat seseorang rentan terkena penyakit batuk, pilek dan lain-lain.
Perihal
perut kembung, disebabkan oleh cuaca dingin yang menyebabkanperlambatan gerak
peristaltik usus. Perlambatan inilah yang menyebabkan gas tertampung di saluran
cerna, sehingga perut terasa kembung dan penuh (begah), dan akhirnya perut akan
tertekan oleh gas dan menyebabkan rasa mual sehingga menekan nafsu makan.
Istilah
masuk angin mungkin hanya di kenal di Asia, termasuk di Indonesia dan Cina. Di
Cina, istilah masuk angin dinamakan "Cin Fong" yang artinya
sama persis yaitu "masuk angin". Dalam ilmu kedokteran tidak ada
istilah penyakit masuk angin.
Fenomena
"Kerokan" saat masuk angin
Kerokan
berfungsi untuk memperlebar pembuluh darah yang menyempit, terutama daerah
punggung yang pembuluh darah kulitnya paling panjang dan menyebar kemana-mana. Saat
kulit di kerok, muka pembuluh darah kapiler di permukaan kulit akan pecah dan
memaksa pembuluh darah di sekitarnya melebar. Pelebaran yang di tandai dari
pembesaran diameter vaskuler ini juga disertai dengan migrasi sel darah putih,
agen kekebalan tubuh tertipu, karena mengira tubuh terluka.
Pada saat di
kerok, akibat tekanan dari kerokan, terjadi pemaparan pada jaringan endotel dan
akhirnya mekanisme tubuh menghasilkan endorfin. Endorfin inilah yang membuat
tubuh merasa nyaman, segar, eforia dan memiliki efek candu. Orang
bisa kecanduan kerokan dan ini tidak baik bagi kesehatan. Dampak dari kerokan
secara berkala akan membuat kulit iritasi dan pembuluh darah halus mudah pecah.
Kerokan juga menyebabkan reaksi Kardiovaskuler, suhu tubuh menjadi meningkat
0,5-2 derajat C
-
http://jadimengerti.blogspot.co.id/2015/03/penjelasan-ilmiah-mengenai-penyakit.html
- Wikipedia Indonesia
- dr. Kosasi Kwek, Kompasiana, Masuk Angin Apa Sebenarnya?, 11 February 2014
- faktailmiah.com, Kerokan.
- Wikipedia Indonesia
- dr. Kosasi Kwek, Kompasiana, Masuk Angin Apa Sebenarnya?, 11 February 2014
- faktailmiah.com, Kerokan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar