Rabu, 25 Oktober 2017

Mengkonsumsi MSG berlebih dapat menyebabkan mual?

Mengkonsumsi MSG berlebih dapat menyebabkan mual?
Pernah nggak sih kamu mendengar anggapan buruk tentang MSG atau yang biasa disebut vetsin dan micin itu? Nggak cuma dianggap bisa menyebabkan bodoh dan bikin sakit, MSG juga dianggap bikin pusing dan mual.

Anggapan-anggapan tersebut bukannya tidak beralasan karena memang muncul banyak artikel yang memaparkan dampak buruk dari konsumsi MSG. Sayangnya, anggapan-anggapan buruk mengenai MSG sebenarnya agak keliru.

MSG atau monosodium glutamat merupakan garam yang molekul penyusunnya berupa sodium/natrium (Na) dan glutamat. Kalau garam dapur yang biasa kita pakai itu sodium klorida atau rumus molekulnya NaCl. Jadi bedanya MSG dengan garam biasa adalah Cl-nya ditukar dengan glutamat. Glutamat itu merupakan asam amino non esensial bagi tubuh kita dan Asam amino non esensial ini bukan artinya nggak penting, tapi kita nggak perlu menambahkan asam amino tersebut dalam makanan karena asam amino itu bisa dibuat sendiri di dalam tubuh.

Menurut FDA (Foof and Drug Administration), MSG dikategorikan sebagai zat yang cukup aman dikonsumsi. Tapi tetap harus diingat, disebut aman menurut FDA kalau dosisnya sesuai dengan rekomendasi mereka. Kalau berlebihan, tetap saja bisa berbahaya. 

Lalu benarkah MSG bisa menyebabkan pusing dan mual?
Efek pusing dan mual yang kamu rasakan sehabis makan MSG dialami banyak orang dan efek ini disebut sebagai Chinese Restaurant Syndrome (CRS). Istilah CRS muncul pertama kali pada sekitar tahun 1968. Saat itu Dr. Robert Ho Man Kwok menyebut kumpulan gejala mual, pusing, lemas dan lain-lain yang umum terjadi sekitar 20 menit setelah makan di restoran Chinese sebagai CRS. Di Inggris restoran-restoran Chinese itu menggunakan MSG yang relatif lebih banyak dibandingkan restoran lain.

Setelah diadakan penelitian lebih lanjut, ternyata efek pusing dan mual setelah makan MSG (chinese restaurant syndrome) ini bukan diakibatkan oleh MSG, tapi lebih tepatnya diakibatkan oleh glutamat. Yap, CRS diakibatkan oleh glutamat, bukan MSG. Kamu harus ingat kalu MSG itu adalah garam penyedap rasa, sementara glutamat itu asam amino non esensial yang ada dimana-mana dan nggak hanya terkandung dalam MSG sebagai penyedap rasa.

Artinya, kebanyakan makan keju atau jagung atau kacang polong juga bisa terkena gejala pusing, mual akibat CRS. Keju atau jagung atau kacang polong punya cukup banyak kandungan glutamat.

Begitu diuji, hasilnya ternyata benar. Ketika diujikan pada 2 kelompok orang: kelompok 1 diberikan makanan tanpa MSG sedangkan kelompok 2 diberikan makanan dengan tambahan MSG. Walaupun pada satu kelompok diberi tambahan MSG dan kelompok lain tidak, diusahakan jumlah glutamat total pada makanan yang diberikan pada 2 kelompok harus sama. Mungkin pada kelompok 1 yang tanpa MSG, mereka diberi banyak keju atau porsi makanannya lebih banyak.

Memang ada yang kena gejala CRS pada kedua kelompok, tapi sebagian besar sehat-sehat aja. Dari situ (dan riset-riset lain) diperoleh kesimpulan bahwa yang membuat seseorang merasa pusing dan mual setelah makan MSG (kena gejala chinese restaurant syndrome) karena memang orangnya saja yang tidak toleran terhadap glutamat berlebihan (glutamate intolerant). Biasanya mereka mulai kena CRS kalau dikasih glutamat tambahan sebesar lebih dari 3 gram. 

Kesimpulannya, semua zat bisa berguna atau berbahaya bagi tubuh kita tergantung pada dosisnya. Untuk kasus MSG ini, kamu juga harus tahu apakah kamu tipe orang yang toleran dengan kelebihan glutamat atau tidak. Jika kondisi biologis tubuhmu termasuk yang nggak bisa toleran, maka tubuh akan merespon dengan gejala pusing dan mual setelah makan MSG berlebihan.



Uji coba bakteri Lactobacillus bulgaris

BAB I  PENDAHULUAN
1.      Latar Belakang
Bioteknologi adalah cabang ilmu yang mempelajari pemanfaatan makhluk hidup (bakteri, fungi, virus, dan lain-lain) maupun produk dari makhluk hidup (enzim, alkohol) dalam proses produksi untuk menghasilkan barang dan jasa. Dewasa ini, perkembangan bioteknologi tidak hanya didasari pada biologi semata, tetapi juga pada ilmu-ilmu terapan dan murni lain, seperti biokimia, komputer, biologi molekular, mikrobiologi, genetika, kimia, matematika, dan lain sebagainya. Dengan kata lain, bioteknologi adalah ilmu terapan yang menggabungkan berbagai cabang ilmu dalam proses produksi barang dan jasa.
Bioteknologi secara sederhana sudah dikenal oleh manusia sejak ribuan tahun yang lalu. Sebagai contoh, di bidang teknologi pangan adalah pembuatan bir, roti, maupun keju yang sudah dikenal sejak abad ke-19, pemuliaan tanaman untuk menghasilkan varietas-varietas baru di bidang pertanian, serta pemuliaan dan reproduksi hewan. Di bidang medis, penerapan bioteknologi pada masa lalu dibuktikan antara lain dengan penemuan vaksin, antibiotik, dan insulin walaupun masih dalam jumlah yang terbatas akibat proses fermentasi yang tidak sempurna. Perubahan signifikan terjadi setelah penemuan bioreaktor oleh Louis Pasteur.Dengan alat ini, produksi antibiotik maupun vaksin dapat dilakukan secara massal.
Salah satu makanan yang dibuat dengan proses bioteknologi adalah yogurt. Yoghurt atau yogurt, adalah susu yang dibuat melalui fermentasi bakteri. Yoghurt dapat dibuat dari susu apa saja, termasuk sari kacang kedelai. Produksi modern saat ini didominasi susu sapi. Fermentasi gula susu (laktosa) menghasilkan asam laktat yang berperan dalam protein susu untuk menghasilkan tekstur seperti gel dan aroma unik pada yoghurt. Pembuatan yoghurt melibatkan proses fermentasi oleh mikroorganisme Lactobacillus bulgaris dan Streptococcus thermophilus.

2.      Rumusan Masalah
1.      Apa yang dimaksud dengan bioteknologi?
2.      Apa itu yoghurt?
3.      Bagaimana produk yang dihasilkan dalam pemanfaatan bioteknologi ini?

3.      Tujuan Penelitian
1)      Mengetahui yang dimaksud dengan bioteknologi
2)      Mengetahui yoghurt
3)      Mengetahui mikroorganisme yang berperan dalam pembuatan yoghurt
4)      Mengetahui produk yang dihasilkan dalam pemanfaatan bioteknologi ini.

4.      Hipotesis
Akan ada terjadi perubahan pada susu yang difermentasi dengan bakteri Lactobacillus bulgaris




BAB II  KAJIAN TEORI
1.      Kajian Teori
1.1.   Bioteknologi
Bioteknologi adalah cabang ilmu yang mempelajari pemanfaatan makhluk hidup (bakteri, fungi, virus, dan lain-lain) maupun produk dari makhluk hidup (enzim, alkohol) dalam proses produksi untuk menghasilkan barang dan jasa. Dewasa ini, perkembangan bioteknologi tidak hanya didasari pada biologi semata, tetapi juga pada ilmu-ilmu terapan dan murni lain, seperti biokimia, komputer, biologi molekular, mikrobiologi, genetika, kimia, matematika, dan lain sebagainya. Dengan kata lain, bioteknologi adalah ilmu terapan yang menggabungkan berbagai cabang ilmu dalam proses produksi barang dan jasa.
Bioteknologi secara sederhana sudah dikenal oleh manusia sejak ribuan tahun yang lalu. Sebagai contoh, di bidang teknologi pangan adalah pembuatan bir, roti, maupun keju yang sudah dikenal sejak abad ke-19, pemuliaan tanaman untuk menghasilkan varietas-varietas baru di bidang pertanian, serta pemuliaan dan reproduksi hewan. Di bidang medis, penerapan bioteknologi pada masa lalu dibuktikan antara lain dengan penemuan vaksin, antibiotik, dan insulin walaupun masih dalam jumlah yang terbatas akibat proses fermentasi yang tidak sempurna. Perubahan signifikan terjadi setelah penemuan bioreaktor oleh Louis Pasteur. Dengan alat ini, produksi antibiotik maupun vaksin dapat dilakukan secara massal.
Pada masa ini, bioteknologi berkembang sangat pesat, terutama di negara negara maju. Kemajuan ini ditandai dengan ditemukannya berbagai macam teknologi semisal rekayasa genetika, kultur jaringan, DNA rekombinan, pengembangbiakan sel induk, kloning, dan lain-lain. Teknologi ini memungkinkan kita untuk memperoleh penyembuhan penyakit-penyakit genetik maupun kronis yang belum dapat disembuhkan, seperti kanker ataupun AIDS. Penelitian di bidang pengembangan sel induk juga memungkinkan para penderita stroke ataupun penyakit lain yang mengakibatkan kehilangan atau kerusakan pada jaringan tubuh dapat sembuh seperti sediakala. Di bidang pangan, dengan menggunakan teknologi rekayasa genetika, kultur jaringan dan DNA rekombinan, dapat dihasilkan tanaman dengan sifat dan produk unggul karena mengandung zat gizi yang lebih jika dibandingkan tanaman biasa, serta juga lebih tahan terhadap hama maupun tekanan lingkungan. Penerapan bioteknologi pada masa ini juga dapat dijumpai pada pelestarian lingkungan hidup dari polusi. Sebagai contoh, pada penguraian minyak bumi yang tertumpah ke laut oleh bakteri, dan penguraian zat-zat yang bersifat toksik (racun) di sungai atau laut dengan menggunakan bakteri jenis baru.
1.2     Yoghurt
Yoghurt atau yogurt, adalah susu yang dibuat melalui fermentasi bakteri. Yoghurt dapat dibuat dari susu apa saja, termasuk sari kacang kedelai. Produksi modern saat ini didominasi susu sapi. Fermentasi gula susu (laktosa) menghasilkan asam laktat yang berperan dalam protein susu untuk menghasilkan tekstur seperti gel dan aroma unik pada yoghurt. Yoghurt tersedia dalam beraneka macam rasa, rasa alami, rasa buah, rasa vanilla, atau rasa cokelat juga popular.

1.3  Lactobacillus bulgaris
Kerajaan:
Divisi:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
Upaspesies:
L. d. bulgaricus
BAB III  METODE PENELITIAN
1.      Jenis Penelitian
Penyusunan laporan ilmiah ini menggunakan metode uji coba.
2.      Alat dan Bahan
2.1.   Alat
1.           Toples kaca
2.           Sendok plastik
3.           Panci
4.           kompor
5.           Gelas ukur
2.2.   Bahan
1.           Susu full cream
2.           Bibit yoghurt (Lactobacillus bulgaris)

3.      Prosedur Penelitian
1.            Memanaskan susu sebanyak 500ml sampai mendidih lalu diamkan hingga hangat (~44°C).
2.            Menuangkan susu kedalam toples kaca.
3.            Mencampur bibit yoghurt pada susu.
4.            Mengaduk susu dengan sendok plastik.
5.            Menutup toples kaca dengan rapat.
6.            Menunggu susu hingga mengental kira kira 4-5 jam pada suhu hangat.
7.            Memasukan toples susu ke dalam kulkas jika sudah mendapatkan kekentalan yang diinginkan.





BAB IV  HASIL PENELITIAN

1.      Data Hasil Pengamatan
a)      Konsep bioteknologi terbukti melalui praktikum pembuatan yoghurt dengan proses fermentasi;
b)      Susu yang difermentasi dengan bibit yoghurt dengan waktu fermentasi dan suhu yang berbeda akan menghasilkan hasil yang berbeda.

2.      Pembahasan
Yoghurt adalah makanan yang dibuat dari fermentasi  terhadap susu yang menggunakan bakteri Lactobacillus bulgaris dan/atau  Streptococcus thermophilus. Bakteri merombak gula susu alami dan melepaskan asam laktat sebagai produk sisa. Keasaman meningkat menyebabkan protein susu untuk membuatnya padat. Keasaman meningkat (pH=4-5) juga menghindari proliferasi bakteri patogen yang potensial

BAB V  PENUTUP

1.          Kesimpulan
Adapun kesimpulan dari percobaan bioteknologi pembuatan yogurt adalah sebagai berikut :
a)      Hasil bioteknologi susu dan bakteri Lactobacillus bulgaris dengan proses fermentasi akan menghasilkan yoghurt.
b)      Pembuatan yoghurt harus menggunakan alat dan bahan yang steril.
c)      Waktu fermentasi dan suhu disekeliling susu ketika di fermentasi akan mempengaruhi hasil fermentasi.

DAFTAR PUSTAKA







Benarkah MSG Lebih Sehat Dibanding Garam Dapur?

Benarkah MSG Lebih Sehat Dibanding Garam Dapur?
Pernah mendengar pernyataan bahwa monosodium glutamat (MSG) atau ‘mecin’lebih baik dikonsumsi dibandingkan dengan garam dapur? Apakah pernyataan itu benar? Berikut adalah perbandingan MSG dengan garam.

Apa itu monosodium glutamat (MSG)?

Mononatrium Glutamat (MSG) atau yang sering kita sebut sebagai ‘mecin’, berguna sebagai penambah rasa pada makanan dan merupakan zat aditif yang sering digunakan dalam makanan kemasan maupun makanan yang di buat di dapur rumahan. Terjadi peningkatan konsumsi MSG dari tahun ke tahun di berbagai negara. Diketahui bahwa konsumsi MSG pada masyarakat di Inggris dalam seminggu yaitu sebanyak 4 gram (kurang dari 1 sendok teh), sedangkan di Amerika, penggunaan MSG rata-rata sebanyak 0,55 gram MSG dalam satu hari. Sementara, di Taiwan, rata-rata yang mengonsumsi MSG dalam satu hari mencapai 3 gram per hari.
Menurut US Food and Drug Administration, MSG terdiri dari natrium/natrium, asam amino, dan glutamat. Glutamat secara alami terdapat di dalam tubuh dan di berbagai sumber makanan, seperti daging sapi, unggas, susu, dan sayuran. Tubuh manusia memiliki cara yang sama dalam mencerna glutamat yang didapatkan dari makanan ataupun dari MSG. Sebenarnya, glutamat yang ada di dalam MSG sama pentingnya dengan glutamat yang kita peroleh dari makanan. Namun, konsumsi MSG tidak boleh terlalu banyak karena MSG mengandung natrium yang dapat menyebabkan tekanan darah tinggi.

Efek konsumsi MSG bagi tubuh

Beberapa penelitian menyebutkan bahwa MSG memiliki dampak buruk bagi kesehatan tubuh. Salah satu sindrom yang terkenal dari efek mengonsumsi MSG ini adalah “Chinese Restaurant Syndrome” yang memiliki gejala seperti sakit kepala, mual, dan dada terasa berdebar-debar. Sindrom ini muncul pada orang yang memang sensitif akan MSG.
Penelitian lain dilakukan untuk melihat dampak dari mengonsumsi MSG  dengan kesehatan reproduksi dan kelahiran. Subjek penelitian yang digunakan adalah sebuah tikus yang diberikan sebanyak 7,2 gram MSG/kg berat badan dalam satu hari. Hasil dari penelitian ini, tidak ditemukan dampak buruk yang terjadi pada tikus tersebut. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh American of Pediatrics Committee on Drugs pada Ibu yang menyusui yang mengonsumsi MSG dalam jumlah dan batas yang wajar, menunjukkan bahwa tidak ada dampak atau gangguan yang muncul pada Ibu menyusui tersebut.

Apa itu garam dapur?

Garam dapur (natrium klorida) adalah zat sisa yang berasal dari hasil penguapan air laut. Natrium klorida (NaCl) merupakan suatu zat yang memunculkan rangsangan untuk rasa asin pada lidah. Natrium meningkatkan sifat sensori makanan dengan meningkatkan rasa asin, menurunkan rasa pahit, dan meningkatkan rasa manis dan efek rasa lainnya. Sampai saat ini, faktor-faktor yang membuat seorang individu untuk menerima makanan asin masih kurang dipahami, namun diperkirakan bahwa faktor lingkungan seperti tingkat konsumsi natrium dalam makanan dan kebiasaan pola makan memiliki pengaruh yang besar terhadapnya.
Dalam satu sendok teh garam, terkandung 2.300 mg natrium, sementara asupan natrium yang dianjurkan dalam satu hari oleh World Health Organization (WHO) agar terhindar dari berbagai penyakit degeneratif, sebesar kurang dari 2.000 mg natrium.

MSG vs garam dapur

Sampai saat ini masih banyak kontroversi terkait kadar natrium yang terkandung di dalam MSG. Sebagian mengatakan bahwa natrium yang terdapat di MSG hanya terdiri dari sepertiga dari natrium yang ada di garam dapur, yaitu dengan perbandingan sebesar 12% pada MSG dan 39% pada garam dapur. Natrium sangat penting dalam menjaga fisiologi tubuh manusia, namun konsumsi natrium yang berlebihan dapat mengakibatkan peningkatan tekanan darah yang dapat menyebabkan berbagai penyakit jantung. Diperkirakan bahwa 62% dari stroke dan 49% penyakit jantung koroner disebabkan oleh tekanan darah tinggi. Konsumsi natrium berlebih juga memiliki efek kesehatan negatif lainnya, termasuk kanker lambung, menurunnya kepadatan mineral tulang dan mungkin dapat menyebabkan obesitas.
MSG dan garam dapur sama-sama memiliki kandungan natrium yang dibutuhkan oleh tubuh namun juga dibatasi dalam pemakaiannya. Sampai saat ini, belum ada penelitian yang menyatakan mana yang lebih baik antara MSG dengan garam dapur. Asalkan kadar konsumsinya diatur dan diperhatikan, sehingga asupan natrium tidak berlebihan, pemakaian MSG dan garam dapur diperbolehkan, kecuali untuk beberapa orang yang memiliki penyakit tertentu yang asupan natriumnya sangat dibatasi.


Sumber : https://hellosehat.com/hidup-sehat/fakta-unik/msg-garam-dapur-mana-lebih-baik/

Minggu, 15 Oktober 2017

pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan kecambah kacang hijau

Laporan Hasil Pengamatan Perkeambahan Kacang Hijau
Tujuan
Mengetahui pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan kecambah kacang hijau
Teori Pembahasan
     Pertumbuhan dan perkembangan
     Pertumbuhan adalah proses pertambahan volume yang irreversible (tidak dapat kembali) karena adanya pembelahan mitosis atau pembesaran sel, dapat juga disebabkan oleh keduanya. Pertumbuhan dapat diukur dan dinyatakan secara kuantitatif (dihitung dengan angka). Sedangkan  perkembangan adalah terspesialisasinya sel-sel menjadi struktur dan fungsi tertentu.

     Perkembangan tidak dapat dinyatakan dengan ukuran, tetapi dapat dinyatakan dengan perubahan bentuk dan tingkat kedewasaan.
     Pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan diawali dengan perkecambahan biji. Kemudian, kecambah berkembang menjadi tumbuhan kecil sempurna, yang kemudian tumbuh membesar. Setelah mencapai masa tertentu tumbuhan akan berbunga dan menghasilkan biji kembali.

     Pertumbuhan dan perkembangan dipengaruhi oleh beberapa faktor eksternal dan internal, salah satu faktor eksternal adalah cahaya. Tumbuhan memerlukan cahaya. Banyaknya cahaya yang diperlukan tidak selalu sama pada setiap tumbuhan. Umumnya,  cahaya akan mempengaruhi pertumbuhan tanaman karena adanya hormon auksin (suatu hormone pertumbuhan).

Alat dan bahan
·         Gelas plastik
·         Kapas 
·         10 biji kacang hijau
·         Air secukupnya
Cara kerja
·         Menyiapkan dua gelas pelastik
·         Menaruh kapas dibagian bawah gelas lalu dibasahi dengan air
·         Menaruh 5 biji kacang hijau pada tiap gelas
·         Memberi tanda atau label gelap dan terang pada tiap gelas
·         Meletakan gelas berlabel terang di tempat yang terkena sinar matahari dan gelas yang berlabel gelap di tempat gelap



Hasil pengamatan
Hasil pengamatan setelah hari ke lima

Tanaman di tempat terang

no
Hari
1
2
3
4
5
Objek
1
Tinggi batang(cm)
0
1
3
6
11
2
Kondisi batang
-
-
Masih berwarna putih keijauan
Warna batang mulai hijau dan agak keunguan di bagian pangkal
Batang kokoh dan berwarna hijau ke unguan
3
Kondisi daun
-
-
Masih kecil berwarna hijau muda
Daun membesar dan berwarna hijau
Daun membesar dan berwarna hijau




Tanaman di tempat gelap
no
Hari
1
2
3
4
5
Objek
1
Tinggi batang(cm)
0
1,5
4
8
15
2
Kondisi batang
-
-
Masih berwarna putih
Warna batang putih
Batang berwarna putih kekuningan dan tidak kokoh
3
Kondisi daun
-
-
Masih kecil berwarna kuning
Daun membesar dan berwarna kuning
Daun membesar dan berwarna kuning pucat


Analisa
Tanaman kacang hijau merupakan tanaman epigeal karena kotiledon berada diatas permukaan, tanaman di tempat terang tumbuh lebih lambat tetapi berwarna lebih hijau segar. Tanaman di tempat gelap tumbuh lebih cepat tetapi berwarna lebih pucat kekuningan.   
Kesimpulan

Cahaya mempengaruhi pertumbuhan tanaman kacang hijau karena tanaman kacang hijau mempunyai hormon auksin. Hormon auksin adalah hormon yang ditemukan pada ujung batang yang berfungsi untuk membesarkan dan memanjangkan sel di daerah meristem. Auksin yang terkena sinar matahari akan terurai dan memperlambat pertumbuhan tanaman. Tanaman yang terkena sinar matahari lebih hijau karena terjadi fotosintesis.